Pergantungan jiwaku
Tatkala aku berada dalam keterpautan hidup
Merasa kalut dalam asaku
Berhenti sejenak untuk bernafas
Merasakan detak jantung yang lemah
dalam marahku
Aku ingin tapi tak ingin
Ingin kutunjuk diriku, tapi ingin
kututupi siapa diriku
Hanya malaikat dan iblis yang bicara
Sementara hatiku goyah akan dunia
Apa yang kupikirkan tak dapat aku
ungkapkan
Kini jiwaku memendam milyaran tanya
Mengapa kedamaian hati ini mudah di
rampas
Mengapa kehormatanku lemah hati
Mengapa ombak merah kian bergelut dalam raga
Mengapa?
Lalu pada siapa daguku mesti
tertengadah
Beban dipundak lelah ditanggung
Diri tersungkur menahan malu
Pantaskah mengadu pada Engkau
Yang sekian lama cintanya terbagi
Tuhanku, kemana lagi langit tempatku
bernaung?
Bila hatiku tak berdekatan dengan
nama-Mu
Iman yang kian hari terpecah-pecah
Sesak dadapun bertambah,
Pikiran selalu duka
sesal tiada berkeputusan
kala diri berlumur dengan noda
Tapi cintaku kuapit sedemikian rupa
Hingga kini kuselipkan tanya
Sudikah menerima cinta yg hina
cinta sisa, kadaluarsa
‘Sri Fujiyama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar